CERITA DARI NEGERI SEPA & NEGERI IHA

Juni 25, 2018 oleh : superadmin-kpi

Ramadhan 2018 kemarin memberikan pengalaman baru bagi lima mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPI FAI UMY). Kelimanya, Fatih Al Faruq, Saifurrahman, Mu’min Syaifuddin, Daris Kurnia Habibulloh dan M Ahnaf Lubab, yang merupakan mahasiswa semester empat, bersama dengan lima mahasiswa UMY lain  telah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata Mubaligh Hijrah (KKN MH) dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, bekerja sama dengan Lembaga ‘amil zakat Muhammadiyah (LAZIZMU).

Program Kuliah Kerja Nyata Mubaligh Hijrah (KKN MH) di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta UMY kali ini  merupakan program baru yang mulai dilaksanakan sejak tanggal 11 mei – Juni 2018. KKN MH UMY yang bekerjasama dengan LAZIZMU ini dilaksanakan ketika menjelang akhir semester genap dan selama bulan suci Ramadhan 2018. Kegiatan ini adalah KKN UMY pertama yang bekerja sama dengan LAZIZMU. Kegiatan bertemakan ekspedisi zakat filantropi Maluku ini, sekaligus juga menerjunkan Da’i di tiga pulau daerah Maluku. Adapun kegiatan ini berlangsung selama 30 hari selama bulan suci ramadhan.

Dilaksanakannya kegiatan KKN MH bertujuan untuk mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan tridarma perguruan tinggi. Mahasiswa dalam menjalankan kegiatan ini akan mengabdikan ilmu-ilmu yang telah mereka dapatkan dibangku kuliah dan menyebarkan dakwah Islam kepada masyarakat desa yang cukup jauh dari perkotaan.

Pada awal mula dilaksanakannya program ini, mahasiswa memiliki tanggapan yang berbeda ketika harus menjalani program KKN MH di Maluku. Ada yang khawatir dengan keadaan lokasi karena daerah pasca konflik, dan ada juga yang bersemangat ataupun senang karena hal ini merupakan salah satu pengalaman yang tidak semua mahasiswa berkesempatan mendapatkannya.

Seperti  Nurhidayat yang awalnya sempat memiliki kekhawatiran atas mahasiswa yang berangkat ke Maluku, “Pasti bakal jadi tantangan bagi teman-teman yang ke Maluku karena disana katanya rawan konflik dan mayoritas non muslim.” Ujar salah satu peserta kegiatan asal Papua.

Walaupun diawal banyak yang menghawatirkan akan keberangkatan mahasiswa KKN MH UMY ke Maluku, tetapi ada banyak juga mahasiswa yang justru bangga dan mendoakan program ini lancar sampai selesai, seperti Mutohhara mahasisi KPI UMY angkatan 2015 yang mengatakan, “Semangat kalian yang berangkat ke Maluku, semangat berdakwah, dan semoga menjadi amal jariyah.”

CERITA KKN

Dalam menjalani program KKN MH UMY Maluku, mahasiswa akan dibagi kedalam lima kelompok untuk satu Negeri (Desa) yang terdiri dari 2 atau tiga orang dan berasal dari dua jurusan. “Karena ini ekspedisi perdana, jadi kami hanya mengutus sepuluh orang da’i dari UMY dan inshaa Allah, mudah-mudahan program ini akan terus berlanjut tahun depan dan SDMnya akan bertambah.” Ujar Dr. Mahli Zainuddin Tago, M. Si, selaku kepala program Ekspedisi Zakat Filantropi Maluku.

Program Kerja yang banyak dijalani mahasiswa KKN MH UMY adalah fokus mengajar anak-anak dalam baca tulis Al-qur’an dan mengenalkan nilai-nilai qur’ani. Selain itu juga ikut serta menghidupkan masjid-masjid selama bulan suci ramdhan seperti menjadi imam sholat taraweh, kultum, tadarrusan, bahkan menjadi imam dan khutbah dihari iedul fitri.

Fatih Al Faruq, Mikail, dan Halili yang ditempatkan di Pulau Seram, Kecamatan Amahai, Negeri Sepa dan Negeri Iha, mereka memiliki program Ramadhan Ceria, dan Safari Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) untuk mengajarkan baca tulis Al-qur’an. Ketiganya memiliki pengalaman menarik karena berhasil mengumpulkan anak-anak di Negeri Iha dan mengaktifkan kembali Taman Pendidikan Al-qur’an (TPA) yang sudah lama vakum. “Setelah mendengar desa ini tak ada TPA lagi, saya berusaha keliling kampung dan mengajak masyarakat yang memiliki anak untuk mengajak anaknya ke masjid guna belajar mengaji sehabis sholat ashar, dan Alhamdulillah anak-anak sangat banyak dan memiliki semangat belajar.” Cerita Fatih mahasiswa yang bertugas di Negeri Iha.

Untuk Program kerja ramadhan ceria, ketiganya mengajak seluruh TPA yang ada di dua negeri untuk mengikuti lomba azan, cerdas cermat, menggambar, mewarnai, hafalan surah-surah juz ‘ammah, pidato, dan nasyid. Kegiatan ini sebagai wadah bagi anak-anak TPA dalam menuangkan bakatnya di bulan suci ramadhan. “kegiatan ramadhan ceria yang diadakan mahasiswa Jogja ini sangat positif bagi anak-anak di negeri ini, berkat kegiatan ini anak-anak merasa bahagia dan semangat menjalani puasa, tidak seperti biasanya.” Ujar pak Luqman salah satu guru Mts Muhammadiyah Sepa.

Kegiatan-kegiatan yang mereka rancang untuk desa memiliki dampak positif, tidak hanya untuk masyarakat setempat, tetapi juga untuk mahasiswa itu sendiri. “Pada awalnya Ane mengira masyarakat Maluku itu keras-keras, entah dari ucapan ataupun perbuatan, tapi setelah saya merasakan kurang lebih satu bulan disini ternyata masyarakat Maluku tidak sesuai yang saya pikirkan, mereka semua baik-baik hehe.” Cerita Halili. “Lewat KKN Ane juga terbiasa mandiri, biasanya di Jogja minimal sehari kita mengeluarkan lima puluh sampai seratus ribu bahkan lebih, tapi dari pengalaman KKN ini Ane bisa belajar untuk hidup lebih mandiri lagi”. Tambah Mikail.

“Berkat mahasiswa UMY, anak-anak kami yang biasanya hanya berkumpul untuk bermain, mandi-mandi dilaut atau berkeliaran dihutan, kini mereka berkumpul untuk belajar bersama,” kata kepala sekolah Mts Muhamammadiyah negeri Sepa, kecamatan Amahai, kabupaten Maluku Tengah, Pulau Seram Maluku.

Selama menjalani KKN UMY dan berdakwah di Negeri Sepa dan Negeri Iha ini, Fatih dan teman-temannya sudah merasa negeri ini seperti kampung mereka sendiri, dan menganggap Ibu dan Bapak piara masing-masing sebagai orangtua kandung mereka sendiri. “Mudah-mudahan kami masih diberi umur panjang dan bisa berkesempatan kembali untuk bersilaturahmi di Maluku, khususnya di Pulau Seram Negeri Iha dan Negeri Sepa.” Kata mereka ketika malam acara halal bihalal pada Ahad, tanggal  16 Juni 2018. (Fatih/SR)