Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan salah satu lembaga di bawah naungan pimpinan pusat (PP) Muhammadiyah. Lembaga ini bertanggung jawab untuk penanggulangan bencana. MDMC sendiri memiliki banyak cabang di seluruh Indonesia. Salah satu peristiwa yang sedang ditangani oleh MDMC sekarang adalah peristiwa gempa bumi yang menyerang Lombok. Hal ini dikarenakan Lombok mengalami musibah gempa bumi yang cukup besar. Jadi tidak memungkinkan jika ditangani sendiri oleh MDMC Lombok dan sekitarnya. Maka dari itu, tim MDMC Jogja ikut serta terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat terdampak di lombok.

Beberapa mahasiswa KPI turut aktif menjadi relawan MDMC, khususnya pada bidang media. Bahkan ada pula mahasiswa KPI yang turun langsung ke lapangan. Bergabungnya mahasiswa KPI di MDMC ini sebagai relawan untuk menyampaikan informasi kepada publik. Ada beberapa kriteria, salah satunya yakni mahasiswa yang mampu menulis berita, desain, foto jurnalistik, dan yang pastinya tahan banting. Di MDMC ini bekerja tanpa kenal waktu, karena bencana itu tidak bisa dipastikan kapan datangnya.

Tujuan mereka ikut serta menjadi relawan MDMC untuk lomok diantaranya adalah ingin ikut merasakan apa yang dirasakan saudara – saudara kita di Lombok, ingin memeluk langsung warga Lombok demi menguatkan hati mereka dan menata kehidupan mereka kembali, belajar memahami lingkungan sekitar, dan ingin membantu mereka.

Ada beberapa kendala yang dialami, terkhusus untuk yang terjun langsung ke lapangan. Dari Diantanya yakni sulitnya medan wilayah bencana yang harus digapai, panjangnya perjalanan menuju wilayah bencana, sehingga membutuhkan tenaga yang ekstra, dan banyaknya birokrasi yang berbelit – belit dari pemerintah, khususnya saat ingin menyebrang ke Lombok melewati bandara, serta biaya yang besar untuk penyebrangan. “Lombok, jangan kalian anggap karena bencana hidup kalian telah berakhir. Justru dengan adanya bencana ini, kalian akan mengawali sesuatu yang jauh lebih berharga dan hidup menjadi lebih bertakwa kepada Allah Swt,” ucap M. Al Kautsar mahasiswa KPI 2017.

Kendala tim media dalam menmproses berita untuk publik, diantaranya respon cepat dalam keadaan apapun, kesiaapan siaga setiap saat, dan penguasaan bahasa dalam pembuatan berita karena harus sesuai dengan kaidah bahasa.

“Harapannya mahasiswa bisa langsung latihan, terjun, praktik, kalau di kampus cuma materi doang. Bahkan kalian ini angkatan yang sebenarnya belum sampai untuk pelajarannya. Karena kita geraknya cepat, saya berharap anak – anak yang bergabung ini bisa cepat belajar. Karena kalau harus ngajarin dulu dari awal waktunya yang gak ada. Kualifikasinya, dia harus bisa nulis berita, harus bisa foto jurnalistik, jadi foto tidak hanya foto doang, jadi ada foto jurnalistik, bisa desain, desainpun tidak sembarangan desain. Selain skill, harus tahan banting karena di MDMC ini relawan tidak tau waktu,” jelas Ibu Twediana Budi Habsari, Ph. D. (FM/SR)