Program Bridging prodi Komunikasi dan Konseling Islam yang diselenggarakan pada Jumat (21/9) dan Minggu (23/9). Hari pertama Bridging berupa penyampaian materi oleh dosen dan alumni Komunikasi dan Konseling Islam dan hari kedua dilanjutkan kegiatan outbond pada hari pertama dibuka dengan sambutan oleh Dr. Akif Khilmiyah, M.Ag selaku dekan Fakultas Agama Islam. Sambutan tersebut berisi tentang suatu tahap awal para mahasiswa baru menuju dunia perkuliahan dimana dunia pekuliahan berbeda dengan masa SMA. Dalam menyambut mahasiswa baru melalui program Bridging Twediana Budi Hapsari, S.sos, M.Si., Ph.D. selaku Kaprodi Komunikasi dan Konseling Islam juga menyampaikan sambutan berupa pengenalan pembelajaran didalam perkuliahan kepada mahasiswa baru.

Beliau juga menyampaikan suatu tujuan dari program Bridging yaitu agar mereka bisa beradaptasi dengan kehidupan kampus, karena pengalaman-pengalaman sebelumnya itu anak-anak yang belum mendapat Bridging kaget. Berharap dengan Bridging mereka bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus, benar-benar belajar mandiri dalam hal apapun dan beliau berpesan untuk mahasiswa baru agar bisa aktif untuk mengikuti ICC yang ada di prodi Komunikasi dan Konseling Islam. “Dalam Program Bridging sangat diwajibkan untuk para mahasiswa baru namun untuk tahun ini tidak hanya mahasiswa baru 2018 yang mengikuti, ada juga dari sebagian mahasiswa angkatan 2016-2017 yang mana ditahun sebelumnya mereka belum mengikuti Program Bridging”, ujar Pak Cahyo selaku Penanggung Jawab Program Bridging. Dalam kegiatan Bridging tahun ini ditunjukkan untuk membantu transformasi mahasiswa, sehingga dalam urutan acara dari tahun ketahun hampir sama dan sudah dipersiapkan dengan matang.

Lebih dari 150 mahasiswa mengikuti kegiatan Bridging dengan antusias yang sangat tinggi hal ini dibuktikan dengan pernyataan salah satu peserta Bridging. Risa Noviawati mahasiswa baru yang berasal dari Lampung mengatakan, “saya sudah mempersiapkan dari tadi malam seperti membawa laptop dan perlengkapan lainnya. Tadi kita diberikan kuis menurut saya itu merupakan pelatihan pertama agar kita mengerti apa yang harus kita lakukan kedepannya. Melalui Bridging saya jadi tahu cara menggunakan E-Learning”.  (AYU,ECI, SR)